Glioma adalah salah satu jenis tumor otak yang berasal dari sel glia — sel pendukung yang mengelilingi dan melindungi neuron di otak. Mendengar diagnosis ini memang berat, tapi memahami apa yang terjadi adalah langkah pertama yang paling penting.
Glioma mencakup sekelompok tumor yang tumbuh dari berbagai jenis sel glia. Berdasarkan klasifikasi WHO 2021 yang terbaru, glioma kini diklasifikasikan tidak hanya berdasarkan tampilan di bawah mikroskop, tetapi juga berdasarkan profil molekuler — termasuk mutasi IDH, status 1p/19q, dan penanda genetik lainnya.
Jenis utama glioma dewasa:
Klasifikasi molekuler sangat penting karena menentukan prognosis dan pilihan terapi yang tepat (EANO Guidelines, Weller et al., Nature Reviews Clinical Oncology, 2021).
Gejala glioma sangat bervariasi tergantung lokasi dan ukuran tumor:
Penanganan glioma bersifat multidisiplin dan disesuaikan dengan jenis, grade, profil molekuler, serta kondisi pasien. Berdasarkan pedoman EANO dan NCCN:
🔪 Operasi
Langkah pertama yang paling penting. Tujuannya mengangkat tumor sebanyak mungkin (maximal safe resection) sambil menjaga fungsi otak. Teknik modern seperti awake craniotomy dan pemetaan otak intraoperatif membantu meminimalkan risiko.
☢️ Radioterapi
Diberikan setelah operasi, terutama untuk glioma grade tinggi. Radioterapi fokal menargetkan area tumor dengan meminimalkan kerusakan jaringan sehat. Untuk glioblastoma, biasanya dikombinasikan dengan kemoterapi.
💊 Kemoterapi
Temozolomide (TMZ) adalah kemoterapi standar untuk glioblastoma — diberikan bersamaan dengan radioterapi lalu dilanjutkan berkala. Untuk oligodendroglioma, kombinasi PCV terbukti efektif.
🧬 Terapi Baru dan Uji Klinis
Imunoterapi, terapi target molekuler, dan tumor treating fields (TTFields) sedang diteliti. Tanyakan doktermu tentang kemungkinan mengikuti uji klinis.
Prognosis glioma bervariasi dan dipengaruhi banyak faktor:
Ingat: statistik adalah angka populasi, bukan takdir individu. Setiap pasien unik, dan banyak yang melampaui ekspektasi.
Diagnosis glioma memang berat, tapi kamu tidak harus menghadapinya sendirian. 🌿
Bergabung dengan Komunitas Tumor Otak Indonesia →Informasi ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau saran medis profesional dari dokter.